TEKNOLOGI PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING SELAMA PANDEMI

Perkembangan teknologi informasi tentu membawa banyak perubahan dalam semua kehidupan, seperti pekerjaan, sosialisasi, bermain dan dalam dunia pendidikan. Kemampuan siswa untuk berpikir kritis, menghubungkan ilmu dengan dunia nyata, menguasai teknologi informasi, berkomunikasi dan berkolaborasi menjadi hal penting yang harus dimiliki. Sehingga hal ini mengharuskan guru untuk membuat suatu pelajaran lebih bermakna dan menarik. Kegiatan belajar mengajar juga harus diperluas melampaui batas-batas ruang kelas. Interaksi siswa dengan lingkungan sekitar harus diperbanyak dengan berbagai bentuk metodologi.

Seiring berjalannya waktu pada akhirnya model pembelajaran juga ikut berganti dan berkembang menjadi e-learning. Dengan diterapkannya sistem e-learning tentu membawa dampak yang cukup positif karena dapat membantu siapa saja untuk dapat belajar tanpa mengenal waktu dan tempat. Namun untuk beberapa proses belajar mengajar masih dapat dilakukan secara tatap muka dikelas untuk membahas pelajaran yang sudah dilakukan melalui internet. Hal tersebut juga biasa disebut dengan Blended Learning .

Pengertian dari Blended Learning menurut Driscoll (2002) Blended learning merupakan pembelajaran yang mengkombinasikan atau menggabungkan berbagai teknologi berbasis web, untuk mencapai tujuan pendidikan. Sehingga dapat dikatakan bahwa pembelajaran Blended Learning merupakan metode pembelajaran antara tatap muka, online, dan belajar mandiri.

Munculnya Blended Learning juga membawa banyak manfaat untuk proses belajar mengajar karena fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses pelajaran. Siswa tidak perlu melakukan perjalanan menuju tempat-tempat yang telah disampaikan, e-learning bisa dilakukan dari mana saja baik yang akses ke Internet maupun tidak.

Diterapkannya metode pembelajaran Blended Learning Tentu memiliki tujuan antara lain agar dapat membantu siswa berkembang dalam proses belajar, menyediakan pembelajaran mandiri, bermanfaat, dan terus berkembang, peningkatan jadwal dan kelas tatap muka digunakan untuk melibatkan para siswa dalam pengalaman interaktif. Sedangkan kelas online memberikan siswa dengan konten multimedia pada setiap saat, dan di mana saja selama memiliki akses Internet.

Adapun interaksi yang terjadi dalam proses belajar mengajar Blended Learning, yaitu :

  • Interaksi antara guru dengan siswa begitu juga sebaliknya
  • Interaksi siswa dengan teknologi
  • Interaksi untuk mendukung dan mendukung pembelajaran siswa
  • Interaksi siswa dengan siswa

3 tahapan dasar metode pembelajaran Blended Learning :

  1. Mencari informasi : Pencarian informasi dari berbagai sumber yang tersedia secara online maupun offline.
  2. Perolehan informasi : Siswa menemukan dan memahami suatu gagasan, kemudian dikemukakan dengan berbagai sumber yang tersedia.
  3. Sintesis pengetahuan : Diskusi hasil analisis, memberi kesimpulan dari informasi yang diperoleh.

Agar metode pembelajaran Blended Learning dapat berjalan dengan baik, tentu memiliki kunci utama dalam penerapannya, yaitu :

  1. Live Event : Pembelajaran langsung
  2. Self-Paced Learning: Pembelajaran mandiri dapat belajar kapan saja,dimana saja secara online
  3. Kolaborasi: Kolaborasi antara guru dengan siswa
  4. Penilaian: Guru harus mampu mengkombinasi penilaian online dan offline
  5. Bahan Pendukung Kinerja: Materi disiapkan dalam bentuk digital

3 model pengembangan metode pembelajaran Blended Learning , adalah :

  1. Kursus Web Model : Penggunaan Internet untuk keperluan pendidikan, yang mana siswa dan guru sepenuhnya terpisah dan tidak diperlukan adanya tatap muka.
  2. Model Web centric course : Penggunaan Internet yang memadukan antara belajar jarak jauh dan tatap muka (konvensional)
  3. Model web enhanced course : Pemanfaatan Internet untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan di kelas.

Metode pembelajaran Blended Learning juga memiliki beberapa jenis yang bisa diterapkan loh, diantaranya sebagai berikut :

  1. Station Rotation Blended Learning : Menggabungkan ketiga stasiun atau spot dalam satu jam tatap muka dibagi menjadi tiga.
  2. Lab Rotation Blended Learning : Siswa memiliki kesempatan untuk mempelajari materi melalui jadwal yang telah ditetapkan namun dilakukan menggunakan laboratorium komputer khusus yang memungkinkan dilakukan pengaturan jadwal yang fleksibel.
  3. Remote Blended Learning atau Enriched Virtual :Pembelajaran online dilakukan secara tatap muka dengan guru hanya sesuai kebutuhan.
  4. Flex Blended Learning : Pembelajaran siswa masih didukung oleh aktivitas pembelajaran offline.
  5. Blended Learning ‘Flipped Classroom’ : Pembelajaran siswa dilakukan secara online di luar kelas atau di rumah dengan konten-konten yang sudah disiapkan sebelumnya.
  6. Individual Rotation Blended Learning : Siswa melihat materi sesuai jadwal yang ditetapkan oleh guru atau oleh algoritma perangkat lunak.

Sumber :

https://www.siswaindonesia.com/mengenal-blended-learning/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *