FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA)

Deskripsi

Failure Mode and Effects Analysis atau FMEA adalah metodologi yang bertujuan untuk memungkinkan organisasi mengantisipasi kegagalan selama tahap desain dengan mengidentifikasi semua kemungkinan kegagalan dalam proses desain atau manufaktur. Dikembangkan pada 1950-an, FMEA adalah salah satu metode peningkatan keandalan terstruktur paling awal dan sampai hari ini masih merupakan metode yang sangat efektif untuk menurunkan kemungkinan kegagalan. Tujuan FMEA adalah untuk mengambil tindakan untuk mengidentifikasi, memprioritaskan, dan membatasi menghilangkan atau mengurangi kegagalan, dimulai dengan yang berprioritas tertinggi. FMEA digunakan selama desain untuk mencegah kegagalan. Kemudian digunakan untuk kontrol, sebelum dan selama operasi proses yang sedang berlangsung. Idealnya, FMEA dimulai selama tahap konseptual awal desain dan berlanjut sepanjang umur produk atau layanan.

FMEA merupakan alat yang sangat bermanfaat untuk mencegah kegagalan proses dan produk. FMEA adalah metoda untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi kegagalan potensial, menentukan tingkat resiko dari dari kegagalan dan skala prioritas untuk mengambil tindakan yang dipelukan. FMEA juga dapat menekan biaya karena kegagalan produk. Lebih dari itu, FMEA dapat berfungsi sebagai database pengetahuan tentang rancangan produk dan proses manufaktur yang akan sangat berguna untuk peningkatan berkelanjutan. Training ini peserta untuk memahami konsep-konsep FMEA, mengembangkan kemampuan untuk melakukan FMEA dan menyusun rencana control yang efektif untuk proses produksi.

 

Tujuan

  • Peserta memahami dan menguasai langkah-langkah konstruksi dari FMEA
  • Peserta mampu melakukan analisis potensi kegagalan dengan FMEA
  • Peserta mampu mengaplikasikan metode FMEA sebagai dasar melakukan improvement.

 

Materi

  • Konsep dasar Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)
  • Persiapan pelaksanaan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)
  • Menentukan proses yang mempunyai resiko tinggi dan membentuk tim
  • Menyusun diagram proses dan brainstorming potential failure model dan menentukan efeknya
  • Menentukan prioritas failure model
  • Mengidentifikasi akar penyebab masalah (root causes) dari failure model
  • Membuat rancangan ulang proses
  • Analisis dan pengujian terhadap proses
  • Pelaksanaan dan pengawasan terhadap proses hasil rancangan ulang
  • Menyusun action plan dalam rangka perbaikan dan peningkatan proses

 

Metode

Disampaikan dengan metode interaktif, dimana peserta dikenalkan kepada konsep teoritical, contoh aplikasi dan penerapan dan diskusi interaktif.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top