Deskripsi
Sering kali manajemen proyek menghadapi kendala berupa sengketa lahan serta penolakan warga sekitar yang menghambat jadwal operasional perusahaan harian. Kondisi ini muncul sebab banyak organisasi masih melakukan pembebasan lahan tanpa menganalisis dampak sosial dan aspek legal secara mendalam. Selain itu, penentuan strategi komunikasi sering kali tidak tim lapangan selaraskan dengan kearifan lokal masyarakat setempat. Oleh karena itu, melalui training ini, peserta mempelajari cara mentransformasi proses pengadaan tanah menjadi hubungan kemitraan yang sangat andal serta efisien harian. Pertama-tama, mereka mendalami prosedur hukum pembebasan lahan sesuai regulasi terbaru. Kemudian, mereka menguasai prosedur mitigasi konflik sosial secara mandiri agar proyek berjalan lancar. Selanjutnya, fokus utama adalah penguasaan taktik pemberdayaan masyarakat untuk menjamin setiap langkah investasi perusahaan memberikan dampak positif maksimal setiap hari.
Materi
- Konsep dasar Land Acquisition (Pengadaan Tanah)
- Regulasi dan juga aspek hukum pertanahan di Indonesia
- Prosedur pembebasan lahan untuk kepentingan umum/swasta
- Teknik negosiasi dan juga mediasi sengketa lahan
- Prinsip dasar Community Relations (Hubungan Masyarakat)
- Pemetaan pemangku kepentingan (Stakeholder Mapping)
- Strategi komunikasi publik dan juga manajemen krisis
- Pengembangan program Corporate Social Responsibility (CSR)
- Analisis Dampak Sosial (Social Impact Assessment)
- Penanganan kompensasi dan juga ganti rugi yang adil
- Kearifan lokal dan pendekatan budaya dalam proyek
- Sistem dokumentasi dan juga administrasi pertanahan
- Audit sosial dan juga evaluasi hubungan masyarakat
- Studi kasus resolusi konflik lahan di sektor industri
Metode
Pelatihan yang diberikan dalam pelatihan berupa Teori, Diskusi, Praktek dan Studi Kasus. Kami juga terbuka untuk selalu menyesuaikan kebutuhan dan pelatihan yang dilaksanakan.