LPK Adalah: Apa Saja Manfaat, Syarat, Biaya, Cara Memilihnya?

Dapatkan Pelatihan Konstruksi Bangunan Jogja, Pelatihan IT Jogja, Pelatihan Kelola Data dan Lain-Lain Hanya di Duta Training, Perbedaan LSP dan LPK Adalah Apa?

LPK Adalah Lembaga. Satu dari sekian banyak cara yang umumnya ditempuh oleh calon profesional dalam meningkatkan peluang diterima kerja adalah dengan mengikuti program pelatihan kerja. Dari program pelatihan kerja inilah calon profesional dapat meningkatkan kompetensi dan pengetahuan kerja sesuai kebutuhan industri. Kredibilitas yang dimiliki oleh calon profesional akan meningkat secara signifikan.

Tentu saja untuk bisa mendapatkan program pelatihan kerja seperti ini, Anda perlu mendaftar di Lembaga Pelatihan Kerja yang profesional, kredibel, dan tepercaya. Perlu diketahui bahwa mendaftar di Lembaga Pelatihan Kerja seperti ini tidak hanya memperbesar peluang diterima kerja di perusahaan nasional. Anda bahkan berkesempatan bekerja di negara-negara maju, seperti di Jepang, Korea Selatan, Australia, dan lain-lain.

Di dalam artikel ini, mimin akan menjelaskan lebih lengkap tentang apa itu LPK, manfaat mengikuti LPK, syarat pendaftaran, dan hal-hal penting lainnya yang berhubungan dengan LPK. Penasaran? Simak baik-baik artikel ini ya!

Apa itu LPK?

LPK adalah singkatan dari Lembaga Pelatihan Kerja. Sesuai dengan namanya, LPK adalah lembaga yang memberikan berbagai program pelatihan kerja profesional dan kredibel. Jenis pelatihan yang diberikan umumnya disesuaikan dengan kebutuhan terbaru industri kerja.

Baca Juga: Rekomendasi BLK Yogyakarta Terbaik, Materi Lengkap & Ditemani Trainer Ahli!

Definisi LPK di atas, selaras dengan apa yang dijelaskan oleh Kemnaker di dalam websitenya. Menurut Kemnaker, LPK adalah lembaga pelatihan atau pendidikan non-formal yang memenuhi persyaratan untuk menyelenggarakan Program Pelatihan Kerja. Lembaga dapat berbentuk instansi pemerintah, badan hukum, atau perorangan yang memenuhi persyaratan.

Adapun bidang kerja yang biasanya dapat Anda temukan di LPK antara lain:

  • Agrikultur.
  • Mesin dan alat-alat berat.
  • Konstruksi.
  • Listrik, elektronik, manufaktur.
  • Teknologi informasi.
  • Kesehatan terutama bagian perawatan lansia.
  • Food & Beverages.
  • Industri perkapalan.
  • Dan lain-lain.

Dari penjelasan di atas, sekilas Anda mungkin bertanya-tanya apa perbedaan antara LPK ini dengan LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi). Beberapa dari kalian mungkin juga akan bertanya mengenai perbedaan antara LPK dengan LKP. Tidak perlu khawatir karena mimin juga akan menjelaskannya di dalam artikel ini.

Perbedaan LPK, LSP, dan LKPA

  • LPK adalah Lembaga Pelatihan Kerja yang tidak hanya dapat berbentuk instansi pemerintah, tetapi juga dapat berbentuk badan hukum atau perorangan yang telah memenuhi persyaratan. Lembaga ini memperoleh izin operasional dari Kepala Dinas Tenaga Kerja kabupaten/kota sesuai dengan Pasal 3 ayat (1) Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 17 Tahun 2016.
  • LSP adalah Lembaga Sertifikasi Profesi. Lembaga ini diinisiasi oleh asosiasi profesi terkait dan mendapatkan lisensi resmi khusus dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sesuai dengan regulasi Peraturan Badan Nasional Sertifikasi Profesi Nomor: 2/BNSP/ III/2014.
  • LKP adalah Lembaga Kursus dan Pelatihan. Pada dasarnya LKP hampir mirip dengan LPK, hanya saja fokus dari ruang lingkup program LKP spesifik pada keterampilan tertentu. LKP yang resmi mendapatkan izin beroperasi dari Kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81 Tahun 2013.

Apa Saja Manfaat Mengikuti LPK?

Setelah Anda mengetahui bahwa LPK adalah Lembaga Pelatihan Kerja, kini saatnya untuk Anda mengetahui apa saja yang bisa didapatkan dari mengikuti program LPK. Secara umum, kita dapat membagikan manfaat mengikuti LPK ini dari dua sisi, yakni dari sisi individu dan juga sisi perusahaan.

Baca Juga: Berapa Rata-Rata Gaji Data Analyst? Bagaimana Jenjang Kariernya?

Manfaat mengikuti LPK dari sisi individu antara lain:

  • Membantu meningkatkan keterampilan dan kompetensi kerja yang dimiliki.
  • Membantu Anda dalam meningkatkan peluang jenjang karier yang lebih baik.
  • Meningkatkan rasa percaya diri.
  • Memperluas jaringan profesional Anda, bukan hanya dari perusahaan nasional, tetapi juga internasional.
  • Memberikan bekal yang baik untuk memulai bisnis mandiri.
  • Sertifikat kompetensi. Beberapa LPK tidak hanya memberikan Anda kesempatan untuk dapat bekerja, tetapi juga kesempatan untuk mendapatkan sertifikat kompetensi yang kredibel. Ya, beberapa LPK sering kali mengadakan kerja sama dengan LSP berlisensi BNSP resmi.

Sedangkan untuk perusahaan, manfaat yang diperoleh seperti:

  • Melimpahnya ketersediaan tenaga kerja yang profesional, terampil, dan kredibel.
  • Membantu perusahaan dalam upaya peningkatan produktivitas yang optimal.
  • Mendukung pembangunan ekonomi nasional menjadi lebih baik.
  • Membantu perusahaan untuk memiliki hubungan industri yang kuat dan positif.
  • Perusahaan dapat dengan mudah mengidentifikasi kebutuhan dan tren pemasaran terbaru di industri kerja.

Syarat Mendaftar di LPK

Setelah Anda mengetahui tentang apa itu LPK, perbedaannya dengan LSP dan LKP, dan manfaat mengikutinya, sebagian dari Anda mungkin bertanya-tanya tentang bagaimana cara mendaftarkan diri di LPK. Caranya sangatlah mudah, Anda cukup melengkapi beberapa dokumen persyaratan yang diperlukan, dimulai dari:

Dokumen Identitas

Dokumen identitas seperti KTP dan KK sangat diperlukan dalam proses pendaftaran. Beberapa LPK bahkan mewajibkan Anda untuk memiliki SIM sendiri. Untuk LPK luar negeri, biasanya akan menjadikan paspor dan visa sebagai dokumen identitas tambahan.

Membayar Biaya Pendaftaran

Setelah melengkapi dokumen identitas yang diperlukan, Anda harus segera membayar biaya pendaftaran. Besarnya biaya pendaftaran ini tergantung dari LPK tempat Anda mendaftar, apakah itu dikelola pemerintah atau swasta. Umumnya, LPK yang dikelola pemerintah tidak mengharuskan Anda untuk membayar biaya pendaftaran.

Memenuhi Kondisi Fisik Tertentu

Hal ini wajar mengingat beberapa pekerjaan di industri kerja ttidak dapat mentoleransi keterbatasan fisik tertentu. Contohnya ketika Anda mendaftarkan diri di LPK yang menyalurkan tenaga kerja di bidang teknologi informasi. Anda diwajibkan tidak mengalami buta warna. Industri kerja lain seperti di perkapalan, mengharuskan Anda untuk memiliki tinggi badan tertentu.

Terbebas dari Catatan Kriminal

Ketika Anda mendaftarkan diri di LPK, maka Anda harus menyiapkan lampiran Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Surat ini menjadi bukti resmi bahwa Anda tidak memiliki catatan kriminal.

Memenuhi Persyaratan Usia

Umumnya LPK akan membatasi usia pendaftar di rentang 18-35 tahun. Namun, rentang usia ini bisa saja berbeda tergantung dari LPK tempat Anda mendaftar.

Berapa Biaya Mendaftar di LPK?

Besarnya biaya yang diperlukan untuk mendaftar di LPK bervariasi tergantung dari LPK yang Anda pilih. Perlu diketahui bahwa biaya yang diperlukan untuk mengikuti LPK tidak hanya biaya pendaftaran, tetapi juga mencakup biaya lain seperti biaya pelatihan, biaya kebutuhan hidup selama pelatihan, hingga biaya pemberangkatan ke negara tujuan.

Baca Juga: Berapakah Biaya Sertifikat BNSP? Ini Dia Info Lengkapnya!

Berikut ini adalah gambaran umum dari biaya yang Anda perlukan untuk dapat mengikuti program LPK, dimulai dari biaya:

  • Biaya pendaftaran Rp500.000.
  • Biaya pelatihan Rp8.000.000.
  • Biaya pemeriksaan rumah sakit Rp350.000.
  • Biaya tinggal di asrama pelatihan Rp100.000/minggu.
  • Biaya pemberangkatan, yang biasanya mencakup pengurusan dokumen, visa, dan tiket pesawat: Rp40.000.000.

Perkiraan biaya di atas bersumber dari Jobstreet.com.

Perbedaan LPK Swasta dan Negeri

Perlu diketahui bahwa saat ini di Indonesia tersebar lebih dari 300 LPK pemerintah dan lebih dari 100 LPK swasta. Kebanyakan dari calon tenaga kerja lebih memilih untuk mendaftar di LPK pemerintah dikarenakan harganya yang lebih bersahabat. Namun, tidak sedikit pula yang mendaftar di LPK Swasta karena menawarkan proses birokrasi yang lebih cepat.

Yang manapun pilihan Anda, tergantung dari tujuan Anda sendiri. Adapun perbedaan di antara keduanya dapat kita pahami dalam lima poin penting. Lima poin penting tersebut yakni:

1. Penyelenggara

LPK pemerintah berada di bawah naungan Kementerian Ketenagakerjaan RI. Sementara itu, Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) didirikan oleh pihak swasta, dengan syarat memiliki izin dari Kepala Dinas Kabupaten/Kota sesuai ketentuan Menteri Ketenagakerjaan RI.

2. Biaya Pendaftaran

LPK pemerintah menawarkan biaya pendaftaran yang lebih bersahabat ketimbang LPK Swasta. Hal ini wajar mengingat dana pengelolaan LPK berasal dari pemerintah langsung.

3. Uang Saku

Umumnya LPK pemerintah akan memberikan uang saku bagi peserta yang lolos uji seleksi. Berbeda halnya dengan LPK Swasta yang tidak menyediakan fasilitas uang saku.

4. Jaringan Perusahaan

Baik LPK Pemerintah maupun Swasta memiliki jaringan kerja sama dengan perusahaan. Namun, tingkat kepastian kerja pada LPK Pemerintah relatif lebih tinggi karena banyak bekerja sama dengan perusahaan milik negara atau yang terhubung langsung dengan pemerintah.

Untuk LPK Swasta, penting bagi Anda untuk memastikan legalitas lembaga. Jika lembaga tidak resmi, ada risiko peserta gagal memperoleh pekerjaan meski sudah mengeluarkan biaya besar.

5. Jadwal Pendaftaran

Pendaftaran di LPK Pemerintah umumnya terbatas, biasanya hanya dibuka satu hingga dua kali setahun dengan durasi pendaftaran yang singkat. Sebaliknya, LPK Swasta memiliki jadwal pendaftaran yang lebih fleksibel dan dapat diakses melalui situs resmi masing-masing lembaga.

Cara Mengecek Legalitas LPK

Terdapat dua cara untuk Anda dapat mengecek legalitas LPK. Apabila LPK tempat Anda mendaftar mengirimkan pesertanya ke luar negeri, maka ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk melakukan pengecekan legalitas.

  1. Kunjungi website Binalattas Kemnaker melalui browser Anda.
  2. Pada laman utama, pilih menu untuk melihat daftar Sending Organization (SO).
  3. Pilih provinsi sesuai domisili LPK yang ingin Anda cari.
  4. Ketik nama lembaga pada kolom “Nama SO”.
  5. Klik tombol Cari/Search untuk menampilkan hasil.
  6. Jika LPK tersebut terdaftar resmi, sistem akan menampilkan informasi berikut:
  • Nama lembaga pelatihan
  • Provinsi
  • Alamat domisili
  • Masa berlaku izin

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat memastikan status resmi sebuah LPK secara cepat dan akurat. Lalu untuk LPK dalam negeri, Anda bisa mengikuti beberapa langkah sederhana di bawah ini:

  • Kunjungi website kelembagaan.kemnaker.go.id.
  • Pada kolom “Cari Info Lembaga”, ketik nama Lembaga Pelatihan Kerja yang ingin Anda periksa.
  • Jika lembaga tersebut terdaftar resmi di Kemnaker, maka namanya akan muncul dalam hasil pencarian.
  • Klik pada nama LPK tersebut untuk melihat informasi lebih rinci, seperti profil lembaga, alamat, serta status legalitas yang berlaku.

Tips Memilih LPK yang Kredibel

Sampailah kita pada akhir dari artikel ini, tapi bagaimana caranya untuk Anda dapat memilih LPK yang kredibel. Berikut ini adalah beberapa tips sederhananya untuk Anda:

  • Tentukan tujuan kursus. Sebelum memilih, pastikan Anda mengetahui tujuan mengikuti pelatihan, apakah untuk meningkatkan keterampilan yang sudah ada, mempelajari hal baru, atau mengejar sertifikasi. Dengan tujuan yang jelas, Anda akan lebih mudah menyaring LPK yang benar-benar sesuai kebutuhan.
  • Periksa reputasi LPK. Cari tahu legalitas lembaga, cek ulasan dari peserta sebelumnya, dan telusuri rekam jejaknya di internet. LPK dengan reputasi baik biasanya memiliki lulusan yang terserap di dunia kerja sesuai bidangnya.
  • Tinjau kurikulum pelatihan. Pastikan kurikulum yang ditawarkan relevan dengan kebutuhan Anda, baik dari sisi materi, metode, maupun hasil akhir. Kurikulum yang terstruktur dengan baik akan membantu Anda memperoleh keterampilan yang bermanfaat secara langsung.
  • Cek fasilitas dan tenaga pengajar. Fasilitas yang memadai sangat penting untuk mendukung efektivitas pembelajaran, mulai dari ruang praktik hingga peralatan pendukung. Selain itu, pastikan tenaga pengajarnya berpengalaman dan memiliki kualifikasi di bidangnya.
  • Bandingkan biaya kursus. Setiap LPK menawarkan biaya yang berbeda-beda, tergantung kualitas, fasilitas, dan program yang disediakan. Lakukan perbandingan agar Anda bisa mendapatkan pelatihan terbaik dengan anggaran yang sesuai.
  • Verifikasi legalitas lembaga. Pastikan lembaga yang Anda pilih terdaftar secara resmi di Kemnaker agar terhindar dari risiko penipuan. Anda dapat memverifikasi legalitasnya melalui laman resmi Kelembagaan Kemnaker.

Kesimpulan

Inilah penjelasan lengkap tentang LPK Adalah Lembaga Pelatihan Kerja, lembaga yang memberikan berbagai program pelatihan kerja profesional dan kredibel. Semoga penjelasan ini bermanfaat ya!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top