Berapakah Biaya Sertifikasi POP? Simak Penjelasannya di Sini!

Berapakah Biaya Sertifikasi POP- Simak Penjelasannya di Sini
Biaya Sertifikasi POP (Sumber gambar: Allsys-solutions)

Ada banyak role penting yang akan Anda temui di industri kerja berat. Satu di antara sekian banyak role penting tersebut adalah POP. Apa itu POP? POP adalah singkatan dari Pengawas Operasional Pertama. Tenaga kerja yang mendapatkan role ini bertugas untuk membawahi langsung karyawan tingkat pelaksana. Role ini pada umumnya akan Anda jumpai pada industri kerja jenis pertambangan (mineral, batu bara, panas bumi, perminyakan, dan lain-lain).

Secara umum, berikut ini adalah tugas dan tanggung jawab seorang POP:

  • Mengawasi langsung kegiatan operasional pertambangan atau migas secara harian.
  • Memastikan perusahaan tambang menjalankan prosedur K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) serta K3LH (Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Hidup) sesuai standar.
  • Menjadi pengawas kerja bagi pelaksana (frontliner).

Untuk menjadi seorang POP di pertambangan bukanlah perkara yang mudah. Anda harus dapat membekali diri dengan empat jenis kompetensi wajib. Empat jenis kompetensi wajib itu adalah:

  1. Memiliki Pengetahuan Teknis yang Baik. Pengetahuan teknis ini akan sangat banyak membantu Anda dalam proses pengoperasian alat berat, teknik peledakan, stabilitas tambang.
  2. Memahami Prosedur K3 dan K3LH dengan Baik. Pemahaman yang baik akan K3 dan K3LH akan membantu Anda untuk lebih tegas terhadap pelanggaran kerja yang dilakukan oleh pelaksana. Ketegasan tersebut diperlukan untuk meminimalkan dampak dari kecelakaan kerja yang mungkin terjadi.
  3. Memiliki Kemampuan Komunikasi yang Efektif. Kemampuan ini sangat diperlukan untuk sosialisasi pentingnya penerapan K3 dalam proses kerja. POP harus dapat menjelaskan instruksi kerja yang mudah dipahami.
  4. Manajemen Waktu dan Sumber Daya. Kemampuan ini berkaitan erat dengan upaya perusahaan meningkatkan produktivitas secara efektif dan efisien tanpa harus membutuhkan banyak biaya operasional.

Empat kompetensi di atas, sudah cukup untuk menggambarkan sulitnya mendapatkan pekerjaan sebagai POP. Tidak heran jika seorang POP biasanya akan mendapatkan gaji bulanan yang tinggi. Menurut situs Dealls.com dan Gajimu.com, seorang POP di awal kariernya akan mendapatkan gaji sebesar Rp5 juta – Rp12 juta per bulan.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Gaji POP

Besaran gaji yang diterima oleh POP tentu saja dipengaruhi oleh banyak faktor. Secara umum, terdapat empat faktor utama yang memengaruhi besaran gaji seorang POP. Empat faktor tersebut adalah:

  • Perusahaan tempat POP bekerja.
  • Pengalaman yang dimiliki oleh POP.
  • Lokasi tambang.
  • Komponen gaji yang meliputi gaji dasar dan allowance tetap, transportasi, makan, dan lain-lain.
  • Sertifikat kredibel yang dimiliki.

Untuk faktor yang terakhir, Anda bisa mendapatkannya dengan mengikuti program sertifikasi POP berlisensi BNSP. BNSP adalah Badan Nasional Sertifikasi Profesi. BNSP adalah singkatan dari Badan Nasional Sertifikat Profesi. Badan ini berdiri sebagai lembaga independen dan dibentuk berdasarkan amanat Pasal 18 ayat (5) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003.

Di dalam undang-undang tersebut disebutkan bahwa BNSP memiliki tugas untuk melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja, serta dapat memberikan lisensi kepada Lembaga Sertifikasi Profesi yang memenuhi syarat untuk melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja. Perlu diketahui bahwa tidak semua lembaga pelatihan yang ada, memiliki lisensi ini.

Baca Juga: Teknik Penambangan Tambang Terbuka

Duta Training, adalah lembaga pelatihan yang sudah memiliki lisensi resmi BNSP. Adapun sertifikasi BNSP ini, biasanya banyak digunakan oleh mereka para profesional dari banyak bidang. Dimulai dari ekonomi, bisnis, hukum, pertambangan, teknologi informasi, minyak dan gas, perbankan, konstruksi, dan lain sebagainya. Anda bisa mendapatkan sertifikat POP BNSP dari Duta Training

Sertifikasi POP Pertambangan Duta Training

Di Duta Training, Anda akan mempelajari peran seorang POP dari banyak materi penting seperti:

  • Peraturan Perundang-undangan terkait Keselamatan Pertambangan;
  • Tugas dan Tanggung Jawab Keselamatan Pertambangan pada Area yang Menjadi Tanggung Jawabnya;
  • Pertemuan Keselamatan Pertambangan Terencana;
  • Investigasi Kecelakaan;
  • Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko;
  • Peraturan Perundang-undangan terkait Perlindungan Lingkungan;
  • Dan lain-lain.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik link berikut ini.

Berapa Biaya Sertifikasi POP?

Biaya sertifikasi POP tergantung pada banyak faktor. Beberapa di antara banyak faktor tersebut seperti:

  • Jenis dan cakupan sertifikasi POP. Sertifikasi POP yang berlisensi resmi BNSP umumnya memiliki biaya lebih tinggi dibandingkan pelatihan internal atau sertifikat non-lisensi. Hal ini wajar karena sertifikasi BNSP menilai kompetensi peserta secara menyeluruh, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap kerja di sektor pertambangan.
  • Lembaga penyelenggara sertifikasi. Biaya sertifikasi POP sangat dipengaruhi oleh lembaga penyelenggaranya. Lembaga pelatihan yang telah memiliki lisensi resmi dari BNSP dan diakui oleh instansi terkait biasanya menetapkan biaya lebih tinggi. Namun, sertifikat yang diterbitkan memiliki legalitas kuat dan diakui secara nasional, sehingga bernilai tinggi dalam peningkatan karier.
  • Metode dan sistem pelatihan. Sertifikasi POP dapat diselenggarakan secara tatap muka, daring (online), maupun in-house di area perusahaan tambang. Pelatihan tatap muka dan in-house umumnya memerlukan biaya lebih besar karena melibatkan fasilitas, instruktur lapangan, serta simulasi praktik yang relevan dengan kondisi operasional pertambangan.
  • Durasi dan kedalaman materi pelatihan. Program sertifikasi POP dengan durasi singkat dan fokus pada uji kompetensi dasar biasanya memiliki biaya lebih terjangkau. Sementara itu, pelatihan dengan durasi lebih panjang dan materi yang lebih mendalam seperti keselamatan pertambangan, investigasi kecelakaan, dan pengendalian risiko—akan memerlukan biaya tambahan.
  • Fasilitas dan layanan pendukung. Biaya sertifikasi POP juga dipengaruhi oleh fasilitas yang diberikan, seperti modul resmi, bimbingan pra-ujian, simulasi studi kasus pertambangan, hingga pendampingan selama proses asesmen. Semakin lengkap fasilitas yang ditawarkan, semakin besar pula nilai investasi pelatihan tersebut.
  • Jumlah peserta sertifikasi. Jumlah peserta turut menentukan besaran biaya per orang. Sertifikasi POP yang diikuti secara kolektif oleh perusahaan untuk beberapa karyawan sekaligus biasanya mendapatkan harga yang lebih efisien dibandingkan pendaftaran individu.

Kesimpulan

Inilah penjelasan lengkap tentang biaya sertifikasi POP.

Baca Juga: Pelatihan Tambang BNSP Jogja, Jenis & Materinya Lengkap

Dengan memahami faktor-faktor di atas, Anda dapat menilai bahwa biaya Sertifikasi POP bukan sekadar pengeluaran, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kompetensi, kredibilitas, dan peluang karier Anda di industri pertambangan. Apabila Anda berminat untuk mendapatkan pelatihan POP berkualitas, hubungi saja segera Duta Training.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top