
Apa itu Asesor. Salah satu cara terbaik untuk dapat meningkatkan kompetensi serta kredibilitas profesional di suatu bidang kerja, adalah dengan mengikuti program sertifikasi BNSP. Apa itu sertifikasi BNSP? Sertifikasi BNSP adalah program pelatihan dan uji kompetensi individu untuk bidang profesi tertentu serta dilaksanakan sesuai dengan standar dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi.
Badan Nasional Sertifikasi Profesi adalah lembaga independen yang didirikan oleh pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Sertifikat yang didapatkan dari BNSP ini dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kredibilitas Anda dalam bidang profesi tertentu.
Baca Juga: Apa Saja Manfaat Pelatihan BNSP? Pelajari di Sini!
Tidak jarang pula, sertifikat BNSP dapat membantu Anda memenuhi persyaratan profesi atau proses tender tertentu. Sertifikat BNSP bisa Anda dapatkan melalui pihak ketiga yakni LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi). Yang perlu Anda lakukan hanyalah mendaftarkan diri di LSP resmi berlisensi BNSP, membayar biaya pendaftaran, melaksanakan program pelatihan, mengikuti ujian tes kompetensi, lalu menunggu hasil ujian.
Apabila Anda telah memenuhi standar yang ditetapkan, maka Anda akan mendapatkan sertifikat BNSP. Perlu diketahui juga bahwa selama proses pelatihan berlangsung, Anda akan ditemani oleh seorang asesor. Apa itu Asesor? Apa saja tugasnya? Dan bagaimana caranya menjadi seorang asesor profesional?
Simak lengkap artikel ini untuk mendapatkan jawabannya. Silakan simak baik-baik ya!
Apa itu Asesor?
Menurut keterangan dari LPM UB, asesor adalah seseorang yang memiliki peran penting dalam memberikan penilaian, evaluasi, atau bimbingan kepada mereka yang mengikuti proses pendidikan, pelatihan, atau sertifikasi profesi tertentu.
Seorang asesor profesional sudah pasti memiliki kompetensi untuk dapat menilai kinerja atau kemampuan seseorang sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan. Perlu diketahui bahwa tidak semua orang dapat menjadi asesor profesional.
Baca Juga: Profil Asesor Profesional Duta Training
Profesi ini menuntut individu yang menjalankannya untuk memiliki kompetensi tingkat tinggi. Hal ini wajar mengingat kemampuan tersebut bukan hanya ditujukan untuk memenuhi kelayakan pribadi, melainkan juga untuk menilai kompetensi orang lain. Asesor memiliki tugas dan tanggung jawab yang tidak mudah.
Tugas dan Tanggung Jawab Asesor Secara Umum
Berikut ini adalah beberapa tugas dan tanggung jawab umum seorang asesor.
Menyusun dan Menjalankan Proses Uji Kompetensi
Tugas dan tanggung jawab pertama seorang asesor adalah harus mampu menyusun prosedur dan perangkat asesmen untuk calon peserta pelatihan. Selain itu, asesor juga wajib melakukan proses uji kompetensi peserta pelatihan sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) atau standar lain yang diakui oleh BNSP.
Melakukan Penilaian Secara Adil
Tugas dan tanggung jawab kedua dari seorang asesor adalah mampu melakukan penilaian yang adil. Seorang asesor harus dapat melakukan penilaian yang objektif, bukan subjektif. Rasa kasihan, kedekatan pribadi, hubungan saudara, tidak boleh menjadi dasar dari penilaian.
Membuat Laporan Asesmen yang Mudah Dipahami
Tugas dan tanggung jawab ketiga dari seorang asesor adalah harus mampu menyusun laporan hasil asesmen sesuai format resmi yang ditetapkan oleh LSP atau BNSP, dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami. Laporan ini nantinya akan menjadi dokumentasi resmi yang diserahkan ke LSP atau BNSP.
Mengoperasikan Alat dan Instrumen Asesmen
Terakhir, seorang asesor yang wajib memahami serta menguasai seluruh perangkat asesmen yang digunakan dalam proses penilaian. Penguasaan ini penting untuk memastikan hasil asesmen bersifat akurat dan objektif, karena setiap penilaian harus didasarkan pada data dari perangkat asesmen, bukan pada penilaian subjektif terhadap peserta.
Bagaimana Caranya Menjadi Asesor?
Untuk bisa menjadi seorang asesor, Anda wajib memenuhi beberapa persyaratan penting di bawah ini. Dimulai dari:
- Memenuhi Kualifikasi Akademik. Saat ini, seorang asesor harus memiliki ijazah minimal D1, dan dapat diikuti dengan lulusan Sarjana, Magister, dan Doktor.
- Memahami Persyaratan dan Prosedur Sertifikasi. Anda wajib mempelajari sistem sertifikasi dari LSP tempat Anda memberikan penilaian kompetensi.
- Memahami Persyaratan dan Prosedur Lisensi. Asesor wajib memahami bagaimana seseorang dinyatakan lolos uji lisensi atau tidak. Hal ini penting, karena asesor juga dapat bekerja di lembaga pemerintahan yang berwenang memberikan lisensi.
- Memiliki Kemampuan Komunikasi yang Baik. Kemampuan seperti ini sudah merupakan kewajiban yang wajib dipenuhi oleh seorang asesor. Kemampuan ini tidak hanya terbatas pada lisan tetapi juga tulisan.
Kesimpulan
Inilah penjelasan lengkap tentang apa itu asesor. Apabila Anda berminat untuk mengikuti sertifikasi asesor BNSP profesional, silakan klik link di bawah ini:
Baca Juga: Pelatihan Asesor Kompetensi BNSP
Semoga artikel ini bemanfaat ya!