Apa Arti Assessment? Apa Saja Fungsi dan Jenisnya untuk Perusahaan?

Training dan Sertifikasi Training of Trainer level 6, Apa itu Assessment

Apa Arti Assessment. Mungkin istilah ini terdengar asing bagi sebagian karyawan, namun kenyataannya assessment selalu diterapkan di berbagai kegiatan perusahaan, terutama saat proses rekrutmen atau penilaian kenaikan jabatan. 

Assessment bukan sekadar formalitas, tes ini membantu perusahaan menilai apakah seorang calon atau karyawan saat ini memiliki kompetensi, kemampuan, dan karakter yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan tertentu. 

Dengan kata lain, assessment membantu perusahaan memprediksi kinerja dan potensi seseorang di masa depan sehingga keputusan terkait karier atau penempatan posisi menjadi lebih tepat. Bagi karyawan, proses ini juga memberikan gambaran tentang area kemampuan yang perlu dikembangkan.

Baca Juga: Dapatkan Pelatihan Public Speaking Jogja BNSP Hanya di Sini! 

Agar lebih memahami peran dan manfaatnya, artikel ini akan membahas pengertian assessment, serta fungsi dan jenis-jenisnya dalam dunia kerja.

Apa Arti Assessment Menurut Para Ahli?

Assessment merupakan proses evaluasi yang dilakukan perusahaan terhadap karyawan dalam jangka waktu tertentu untuk menilai sejauh mana kinerja mereka masih sejalan dengan tujuan dan kebutuhan organisasi. 

Proses ini biasanya melibatkan berbagai metode dan alat untuk mengetahui sejauh mana karyawan berhasil memenuhi standar atau target yang ditetapkan. Dengan pendekatan tersebut, perusahaan dapat menilai potensi, kompetensi, dan perkembangan setiap individu.

Baca Juga: Apa itu Sertifikat Brevet A, B, dan C? Ketahui Manfaatnya di Sini!

Agar lebih jelas, berikut adalah beberapa pengertian assessment menurut para ahli.

Robert M Smith

Apa arti assessment menurut Robert M Smith? Menurut Robert M. Smith, assessment adalah evaluasi menyeluruh yang dilakukan dengan melibatkan beberapa anggota tim untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan seseorang. Hasil dari proses ini kemudian digunakan sebagai dasar untuk merancang program pembelajaran atau pengembangan baru yang lebih tepat sasaran bagi individu tersebut.

James A. McLounghlin & Rena B. Lewis

Apa arti assessment menurut James A. McLoughlin? Menurut James A. McLoughlin dan Rena B. Lewis, assessment adalah proses pengumpulan informasi secara sistematis untuk menilai kemampuan dan tantangan yang dihadapi seseorang. Dari hasil ini, perusahaan atau tim dapat menentukan solusi yang tepat dan kebutuhan spesifik individu agar pengembangan atau intervensi yang dilakukan lebih efektif.

Terry Overton

Apa arti assessment menurut Terry Overton? Terry Overton menyatakan bahwa assessment merupakan proses mengumpulkan informasi untuk memantau perkembangan individu. Proses ini dilakukan dengan berbagai metode, termasuk wawancara, observasi, dan pemantauan perilaku, sehingga memungkinkan perusahaan atau tim untuk menilai kemajuan serta menentukan langkah yang tepat dalam pengembangan karyawan.

Berdasarkan pendapat para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa assessment bertujuan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan karyawan, sehingga informasi ini dapat digunakan untuk merancang solusi dan program pembelajaran yang lebih objektif dan tepat sasaran.

Fungsi Assessment

Setelah mengetahui Apa Arti Assessment, kini saatnya untuk Anda mengetahui apa saja fungsi assessment. Assessment memiliki peran penting dalam mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan karyawan sekaligus menjadi dasar untuk merancang program pembelajaran yang lebih objektif. Hal ini karena assessment memiliki dua fungsi utama, yang akan dijelaskan berikut ini.

Fungsi Formatif

Dalam fungsi formatif, assessment berperan memberikan umpan balik kepada peserta sehingga proses pembelajaran dapat diperbaiki dan disempurnakan. Selain itu, peserta juga memiliki kesempatan untuk meningkatkan standar kemampuan mereka melalui evaluasi yang berkelanjutan.

Fungsi Sumatif

Fungsi sumatif assessment digunakan untuk menilai pencapaian peserta dalam suatu materi atau subjek. Hasilnya tidak hanya menjadi dasar laporan, tetapi juga menentukan keputusan penting, seperti kelulusan, penerimaan karyawan baru, atau promosi bagi karyawan yang sudah bekerja.

Tujuan Assessment

Setelah mengetahui apa arti dan fungsi assessment, kini saatnya mengetahui apa tujuan dari assessment. Tujuan assessment adalah untuk mengetahui sejauh mana kemampuan, potensi, dan kebutuhan individu terpenuhi. Selain itu, tujuan assessment dapat dibedakan sebagai berikut:

Berdasarkan Kompetensi Peserta Didik 

Perlu dipahami bahwa assessment tidak hanya diterapkan pada mata pelajaran Bimbingan dan Konseling, tetapi juga relevan untuk seluruh mata pelajaran di sekolah. Menurut Arikunto, tujuan utama assessment adalah untuk mengukur sejauh mana indikator kompetensi yang telah ditetapkan sebelumnya dalam suatu mata pelajaran berhasil dicapai oleh peserta didik. Selain itu, assessment memiliki tujuan tambahan yang sangat penting dalam mendukung proses belajar-mengajar. Beberapa tujuan tersebut antara lain: 

  • Menilai kemampuan individu melalui berbagai tugas. 
  • Menentukan kebutuhan pembelajaran. 
  • Mendorong dan membantu siswa. 
  • Membantu guru dalam merancang strategi pengajaran yang lebih efektif.
  • Menentukan strategi pembelajaran yang tepat. 
  • Menunjang akuntabilitas lembaga. 
  • Meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.

Berdasarkan Bimbingan dan Konseling

Tujuan dan bentuk assessment dapat berbeda tergantung pada mata pelajaran yang diajarkan. Dalam ranah Bimbingan dan Konseling, assessment memiliki peranan yang sangat penting untuk mendukung proses konseling yang efektif. Menurut buku Landasan Bimbingan dan Konseling di Indonesia karya Lahmuddin Lubis, ke-12 tujuan assessment dalam konteks ini dikemukakan oleh Hackney dan Cornier. Tujuan-tujuan tersebut antara lain:

  • Mempermudah proses pengumpulan informasi.
  • Membantu konselor membuat diagnosis yang akurat.
  • Mengembangkan rencana tindakan yang efektif.
  • Menentukan kelayakan konseli dalam mengikuti rencana atau program tertentu.
  • Menyederhanakan pencapaian sasaran dan memantau kemajuan.
  • Meningkatkan wawasan dan insight konseli mengenai diri sendiri.
  • Menilai lingkungan.
  • Meningkatkan proses konseling agar diskusi lebih terfokus.
  • Mengindikasikan kemungkinan peristiwa yang dapat terjadi.
  • Mengembangkan minat, kemampuan, dan aspek kepribadian.
  • Memberikan alternatif pilihan.
  • Memfasilitasi perencanaan dan pengambilan keputusan.

Konseling tidak selalu terbatas pada lingkungan sekolah, tetapi juga dapat dijalankan sebagai profesi yang menyasar masyarakat umum. Oleh karena itu, assessment juga memiliki peranan penting dalam konteks ini. Hackney dan Cornier dalam buku Konseling Profesi yang Menyeluruh menjelaskan bahwa assessment dalam konseling profesional memiliki enam tujuan utama, yaitu:

  • Mendapatkan informasi mengenai masalah yang disampaikan oleh individu serta permasalahan terkait lainnya.
  • Mengenali variabel pengendali dan faktor yang berkontribusi terhadap masalah tersebut.
  • Menentukan tujuan atau harapan individu sebagai hasil dari proses konseling.
  • Mengumpulkan data dasar yang dapat dibandingkan dengan data berikutnya untuk menilai kemajuan individu dan efektivitas strategi intervensi.
  • Mendidik dan memotivasi individu dengan memberikan sudut pandang konselor, meningkatkan penerimaan terhadap intervensi, dan mendorong perubahan positif.
  • Memanfaatkan informasi yang diperoleh untuk merencanakan strategi intervensi atau perawatan yang lebih efektif dan tepat sasaran.

Jenis-Jenis Assessment dalam Ranah Bimbingan dan Konseling

Bentuk assessment dalam konteks Bimbingan dan Konseling terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu assessment berbasis tes dan non-tes.

Assessment Teknik Tes

Assessment dengan teknik tes biasanya dilakukan oleh konselor yang telah memiliki sertifikasi khusus, terutama saat menggunakan tes psikopedagogis. Menurut Cronbach, teknik ini merupakan prosedur sistematis untuk membandingkan perilaku atau kemampuan dua individu atau lebih, sekaligus mengamati dan menggambarkan tingkah laku menggunakan skala angka atau kategori tertentu. 

Sementara itu, Anne Anastasi dalam bukunya Asesmen Teknik Nontes dalam Perspektif BK Komprehensif menyatakan bahwa assessment berbasis tes adalah pengukuran terhadap sampel perilaku yang dilakukan secara objektif dan terstandar. 

Assessment dengan teknik tes ini juga mencakup berbagai jenis, yaitu:

Tes Prestasi

Tes prestasi digunakan untuk mengukur sejauh mana seseorang menguasai materi atau tugas tertentu. Sebagai alat pengukuran, tes ini bersifat lebih langsung dibanding jenis tes lainnya. Tes prestasi memberikan informasi penting yang membantu individu membuat keputusan terkait pendidikan atau karier. 

Jika seseorang memiliki kemampuan, minat, atau karakter yang sesuai dengan bidang yang dipilih, namun kurang dalam pengetahuan atau keterampilan, tes ini memungkinkan mereka mengambil langkah untuk memperbaiki kekurangan tersebut dan meningkatkan kesiapan dalam mencapai tujuan profesional.

Tes Bakat

Tes bakat dapat diartikan sebagai alat untuk menilai sifat yang mencerminkan kemampuan individu dalam melakukan kinerja di bidang tertentu atau mencapai pembelajaran yang diperlukan untuk bidang tersebut. 

Secara teori, tes ini dirancang untuk mengukur potensi seseorang dalam mencapai aktivitas tertentu serta kemampuan belajar yang mendukung pencapaian tersebut. Selain itu, tes bakat memiliki beberapa fungsi penting, antara lain:

  • Mengidentifikasi kemampuan potensial yang belum berkembang sepenuhnya pada individu.
  • Mendukung pengembangan kemampuan istimewa atau potensi tertentu pada individu.
  • Menyediakan informasi yang membantu individu membuat keputusan terkait pendidikan, karier, atau pilihan alternatif lainnya.
  • Membantu memprediksi tingkat keberhasilan akademik atau profesional yang mungkin dicapai.
  • Berguna untuk mengelompokkan individu dengan bakat serupa demi mendukung perkembangan kepribadian dan pendidikan secara optimal.

Tes Minat

Seperti namanya, tes minat digunakan untuk mengukur jenis kegiatan atau aktivitas yang paling disukai seseorang. Menurut Asher dan rekan-rekan, minat individu memiliki peranan penting, antara lain:

  • Menjadi kondisi psikologis yang ditandai oleh fokus pada aktivitas atau masalah tertentu, sekaligus membentuk kecenderungan untuk memahami dan mengulang pengalaman yang relevan.
  • Menimbulkan rasa senang atau kepuasan yang muncul dari perhatian khusus terhadap suatu kegiatan.

Tes ini membantu mengidentifikasi preferensi dan motivasi individu, sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengembangan karier, pendidikan, atau aktivitas yang sesuai dengan minat dan potensi masing-masing.

Tes Kepribadian

Tes kepribadian digunakan untuk menilai berbagai ciri kepribadian individu, tetapi lebih menekankan aspek kognitif dibandingkan sifat khas yang melekat. Tes ini mencakup pengukuran karakter, gaya, temperamen, serta pola kehidupan emosional seseorang. 

Selain itu, tes ini juga menilai kesehatan mental, kemampuan beradaptasi, dan kualitas hubungan sosial atau interaksi individu dengan orang lain. 

Jadi, tes kepribadian tidak hanya memberikan gambaran tentang perilaku, tetapi juga membantu memahami bagaimana individu berpikir, merasakan, dan berinteraksi dalam berbagai situasi.

Jenis-Jenis Assessment Berdasarkan Teknik Non-Tes

Assessment non-tes memiliki prosedur yang relatif lebih sederhana dibandingkan assessment berbasis tes, mulai dari perancangan, administrasi, pengolahan data, analisis, hingga interpretasi hasilnya. Bentuk assessment ini pun termasuk yang paling banyak digunakan oleh para konselor karena kemudahannya dalam penerapan. 

Beberapa jenis assessment teknik non-tes antara lain:

  • Daftar Cek Masalah (DCM). Untuk mengidentifikasi masalah yang dialami individu.
  • Alat Ungkap Masalah Umum (AUM-U). Untuk mengeksplorasi permasalahan umum.
  • Alat Ungkap Masalah Belajar (AUM PTSDL). Untuk mengetahui kendala dalam proses belajar.
  • Wawancara. Sebagai metode langsung menggali informasi dari individu.
  • Sosiometri. Untuk menilai hubungan dan interaksi sosial dalam kelompok.
  • Observasi. Untuk memantau perilaku dan kegiatan individu secara langsung.
  • Kuesioner. Sebagai instrumen untuk mengumpulkan data dari banyak responden.

Tips Menghadapi Tes Assessment

Agar bisa memperoleh pekerjaan yang diinginkan, Anda perlu menyelesaikan assessment yang diberikan perusahaan dengan baik. Untuk membantu Anda menjalani proses ini secara optimal, berikut beberapa tips praktis yang bisa diterapkan.

Mengenal dan Mempelajari Format Tes yang Akan Diberikan

Sebelum mengikuti assessment, sangat penting untuk memahami jenis tes yang akan diberikan, seperti tes psikologi, tes keterampilan teknis, atau wawancara berbasis kompetensi. Informasi mengenai format tes ini biasanya dapat ditemukan di surat undangan atau dengan menanyakan langsung kepada pihak HR perusahaan. 

Dengan mengetahui dan mempelajari format serta karakteristik tes sebelumnya, Anda bisa menyiapkan strategi dan materi yang tepat sehingga peluang untuk menyelesaikan assessment dengan baik dan memperoleh hasil maksimal menjadi lebih besar.

Memperbanyak Latihan Sesuai dengan Format Tes yang Akan Diberikan

Untuk mempersiapkan diri menghadapi assessment, lakukan latihan yang menyesuaikan dengan jenis tes yang akan diberikan. Anda bisa memanfaatkan soal latihan secara online atau buku panduan yang relevan dengan tes tersebut.

Misalnya, jika assessment melibatkan tes psikologi seperti logika atau numerik, kerjakan berbagai latihan soal agar terbiasa dengan pola dan format tes. Latihan yang konsisten akan meningkatkan kecepatan, ketepatan, serta rasa percaya diri saat menghadapi tes sesungguhnya.

Mengetahui Kompetensi yang Dicari Perusahaan

Sebelum mengikuti assessment, penting untuk mempelajari deskripsi pekerjaan serta budaya dan nilai-nilai perusahaan agar Anda memahami kompetensi dan kualitas yang mereka prioritaskan. Informasi ini akan sangat berguna saat menghadapi tes berbasis wawancara atau studi kasus. 

Dengan mengetahui apa yang dicari perusahaan, Anda bisa menekankan kemampuan, pengalaman, dan sikap yang relevan sehingga menunjukkan bahwa Anda memenuhi kriteria yang diinginkan, sekaligus meningkatkan peluang sukses dalam proses seleksi.

Menjaga Kondisi Fisik dan Mental dengan Baik

Sebelum mengikuti assessment, pastikan tubuh dan pikiran Anda dalam kondisi prima dengan tidur cukup dan mengonsumsi makanan bergizi. Kesehatan fisik yang baik akan membantu Anda tetap fokus, energik, dan tenang selama menjalani tes. 

Selain itu, menjaga kondisi mental dengan tetap rileks dan percaya diri juga penting agar dapat berpikir jernih, mengambil keputusan tepat, dan menghadapi setiap tahap assessment dengan performa terbaik. Kombinasi fisik dan mental yang sehat meningkatkan peluang kesuksesan Anda.

Kelola Waktu Anda dengan Baik

Banyak jenis tes assessment menerapkan batas waktu untuk setiap soal atau bagian. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk membiasakan diri mengatur waktu secara tepat saat berlatih. Gunakan stopwatch atau timer saat mengerjakan latihan soal agar dapat menilai seberapa cepat dan efisien Anda menyelesaikan setiap pertanyaan. 

Latihan ini akan membantu Anda terbiasa dengan tekanan waktu, mengurangi stres, serta meningkatkan kemampuan untuk menjawab soal secara akurat dan tepat waktu saat menghadapi tes sebenarnya.

Kesimpulan

Dengan mengetahui apa arti assessment, perusahaan dapat menilai kemampuan, potensi, dan kecocokan individu terhadap pekerjaan.

Baca Juga: Training dan Sertifikasi Training for Trainer BNSP

Proses ini membantu pengambilan keputusan terkait rekrutmen, promosi, atau pengembangan karyawan, sekaligus memastikan kinerja dan kompetensi mereka tetap selaras dengan tujuan organisasi secara efektif.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top