Tantangan Financial Modelling yang Harus Anda Pahami

Tantangan Financial Modelling
Tantangan Financial Modelling

Satu dari sekian banyak aspek penting yang harus dapat dipastikan oleh sebuah perusahaan demi menjalankan bisnis yang bertahan lama adalah memiliki keuangan yang sehat. Tentu saja untuk dapat memiliki keuangan yang sehat perusahaan perlu menerapkan sistem kerja yang dapat membentuk model keuangan yang relevan serta mendukung keputusan bisnis strategis, efektif, dan efisien.

Model keuangan ini dapat kita sebut dengan istilah financial modelling. Financial modelling adalah salah satu alat yang sering digunakan oleh perusahaan untuk merepresentasikan bisnis di masa lalu, saat ini, dan proyeksinya di masa depan. Referensi utama dari financial modelling adalah data historis perusahaan dan asumsi bisnis yang matang diperoleh dari diskusi mendalam antar tim eksekutif.

Ada banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan dari financial modelling ini. Beberapa di antaranya yakni:

  • Meningkatkan kualitas pengambilan keputusan bisnis
  • Meningkatkan kepercayaan investor
  • Dapat menjadi tolak ukur kemajuan sebuah bisnis
  • Manajemen risiko menjadi lebih baik
  • Valuasi bisnis menjadi lebih akurat.

Dalam prosesnya, financial modelling dapat dijalankan melalui banyak jenis. Lima di antaranya adalah:

  1. Three Statement Model.
  2. Discounted Cash Flow.
  3. Merger and Acquisition.
  4. Leveraged Buyout (LBO) Model.
  5. Budget Model.

Anda bisa membaca lebih lengkap tentang apa itu financial modelling, manfaat, dan jenis-jenisnya melalui artikel di bawah ini:

Baca Juga: Apa itu Financial Modelling? Tujuan, Jenis, & Cara Implementasinya!

Sayangnya, menerapkan financial modelling di dalam sebuah perusahaan bukanlah hal yang mudah. Ada banyak tantangan yang harus dapat Anda pahami dan berikan solusi terbaiknya. Tantangan financial modelling inilah yang akan menjadi pembahasan utama kita di dalam artikel ini. Penasaran apa saja tantangan tersebut? Simak baik-baik artikel ini ya!

Tantangan Financial Modelling dalam Industri Kerja

Didapatkan dari Kaplanmena, financial modelling memiliki setidaknya enam tantangan utama. Enam tantangan utama tersebut dimulai dari:

1. Ketersediaan dan Kualitas Data

Tantangan financial modelling yang pertama adalah ketergantungan yang tinggi terhadap ketersediaan data, terutama data yang berkualitas. Hal ini wajar mengingat data yang berkualitas tentu akan memudahkan perusahaan mendapatkan rancangan keuangan yang lebih sehat serta mendukung keputusan bisnis strategis.

Baca Juga: Bagaimana Data yang Berkualitas? Apa Saja Dimensi & Faktor yang Memengaruhi?

Sayangnya, pertukaran informasi yang terjadi begitu cepat memaksa perusahaan untuk menetapkan klasifikasi data tertentu yang detail serta dapat dijadikan sebagai sumber utama. Perusahaan Anda harus selalu memiliki data alternatif dan asumsi pembanding yang kuat.

2. Kompleksitas Model

Tantangan financial modelling selanjutnya adalah kompleksitas model yang digunakan. Masalah seperti ini umumnya terjadi terlebih pada model keuangan yang melibatkan data yang beragam.

Data yang di dalamnya memiliki banyak variabel, persamaan matematika, asumsi bisnis yang menyertainya, tentu akan menjadikan waktu interpretasi data dari tim keuangan lebih lama dari biasanya. Proses transparansi menjadi terhambat dan pada akhirnya tim keuangan akan mendapatkan keputusan bisnis yang kurang matang.

3. Keharusan untuk Integrasi Sistem

Selanjutnya adalah keharusan untuk data dapat melakukan integrasi sistem. Financial modelling yang telah Anda rancang harus dapat bersinergi dengan berbagai perangkat lunak utama yang perusahaan gunakan. Contohnya seperti Enterprise Resource Planning dan Customer Relationship Management.

Keharusan untuk dapat terintegrasi dengan banyak sistem ini juga disertai dengan masalah kompatibilitas data. Data di sistem A bisa saja tidak dapat diakses dengan baik untuk sistem B. Selain itu, akses data real-time menjadi terhambat dan downtime yang terjadi menjadi lebih besar.

4. Human Error

Tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu tantangan klasik dalam dunia kerja, yakni keberadaan SDM (Sumber Daya Manusia) berkualitas juga dapat memengaruhi kualitas financial modelling yang Anda gunakan. Kesalahan mendasar seperti salah input, salah entri data, bias dalam asumsi, akan menjadi kualitas akurasi data dan proyek model rendah.

Human error yang terjadi juga akan melahirkan masalah baru berupa forecast formulas yang rapuh alias rentan memberikan hasil yang buruk untuk semua sistem database.

5. Skalabilitas dan Fleksibilitas

Menjelang akhir, adalah Anda yang harus siap dengan tantangan skalabilitas dan fleksibilitas data, menyesuaikan perubahan lingkungan bisnis yang terjadi.

Setiap pergantian regulasi data, tren pasar baru, dan perilisan produk pastinya menuntut financial modelling yang bersifat fleksibel serta dapat menampungnya. Kemampuan penyimpanan data dari perusahaan Anda akan sangat diuji untuk tantangan ini.

6. Keharusan untuk Otomatisasi Data

Tantangan financial modelling yang terakhir adalah keharusan akan otomatisasi data. Berbicara tentang otomatisasi data, tentu kita akan berbicara tentang teknologi Artificial Intelligence. Teknologi ini memang menawarkan kecepatan pembacaan data, sorting, pencarian, dan lain sebagainya dalam waktu yang cepat untuk ruang lingkup yang sangat luas.

Masalahnya, hasil evaluasi data yang diberikan oleh AI tidak serta merta dapat langsung dipercaya begitu saja. Diperlukan tim data yang detail memeriksa dan memvalidasi kebenaran data yang dihasilkan.

Pelatihan Financial Modelling Bersertifikat BNSP Duta Training

Pelatihan Financial Modelling BNSP

Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menjawab berbagai tantangan financial modelling di atas. Anda bisa menjalankan berbagai langkah-langkah sederhana seperti:

  • Menentukan tujuan dan ruang lingkup modelling.
  • Mengumpulkan data yang relevan dan akurat.
  • Membangun struktur model yang tepat.
  • Memasukan data dan membuat asumsi.
  • Menguji dan memvalidasi model.
  • Menganalisis hasil dan membuat kesimpulan.
  • Melakukan dokumentasi proses secara detail.
  • Memperbarui model keuangan secara berkala.
  • Menggunakan peralatan model keuangan terbaru sesuai dengan tren pasar.
  • Memastikan SDM yang dimiliki berkualitas dan berintegritas.

Untuk langkah yang terakhir, Anda atau karyawan Anda dapat mengikuti Pelatihan Financial Modelling Bersertifikat BNSP, dari Duta Training.

Baca Juga: Apa itu Sertifikat BNSP dan Manfaatnya untuk Individu dan Perusahaan?

Pelatihan ini akan memberikan Anda pemahaman mendalam terkait banyak materi penting. Beberapa di antaranya seperti:

  • Excel Basics.
  • Analisis Laporan Keuangan.
  • Cash Flow Modelling.
  • Valuasi.
  • Financial Modelling.
  • Financial Modelling Advanced.
  • Etika Financial Modelling.
  • Dan lain-lain.

Setiap materi ini memiliki sub pembahasannya masing-masing.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa Anda dapatkan melalui tautan berikut ini: Klik di Sini!

Kesimpulan

Inilah penjelasan lengkap tentang apa saja tantangan financial modelling. Apabila Anda berminat untuk mendapatkan Pelatihan Financial Modelling BNSP Duta Training atau program pelatihan lainnya, silakan hubungi nomor WhatsApp Duta Training langsung.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top