Strategi Penetapan Harga: Ini Dia Tips Jitunya!

Strategi Penetapan Harga Ini Dia Tips Jitunya

Strategi Penetapan Harga. Salah satu faktor yang memengaruhi pembelian dari audiens atau calon pelanggan adalah harga. Tidak dapat dipungkiri, mahal atau murahnya suatu produk atau jasa yang ditawarkan menjadi daya tarik tersendiri sebelum calon pelanggan melakukan transaksi bisnis. Produk dengan harga murah umumnya lebih banyak digemari oleh calon pelanggan.

Apakah ini artinya Anda, sebagai pebisnis, harus menjual produk bisnisnya dengan harga yang miring bahkan terkesan tidak masuk akal hanya untuk mendapatkan calon pelanggan? Tentu saja tidak. Harga murah tidak selalu ampuh digunakan untuk mendapatkan pelanggan.

Baca Juga: Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pembelian dari Calon Pelanggan

Sebagai pebisnis Anda harus dapat memastikan harga produk atau jasa yang ditawarkan sebanding dengan kualitas yang diberikan, sebanding dengan pelayanan bisnis yang diberikan, dan lain sebagainya. Hal ini wajar mengingat harga adalah komponen pemasaran yang menentukan Strategi Penetapan Harga suatu perusahaan atau bisnis.

Kebanyakan bisnis akan membuat harga produk ini berdasarkan biaya produksi, tenaga kerja, iklan, lalu menambahkan persentase tertentu supaya mereka mendapatkan keuntungan. Dari penjelasan sekilas di atas, Anda pasti dapat memahami dengan baik bahwa penetapan harga dalam sebuah bisnis bukanlah perkara yang mudah.

Anda harus mempelajari bagaimana strategi penetapan harga yang brilian. Nah, di dalam artikel ini mimin akan memberikan penjelasan lengkap tentang strategi penetapan harga untuk pebisnis. Penasaran? Simak baik-baik artikel ini ya!

Faktor-Faktor Strategi Penetapan Harga

Berbicara tentang strategi penetapan harga yang tepat, kita pasti juga akan berbicara tentang faktor-faktor yang memengaruhinya.

Baca Juga: Apa itu CSR? Manfaat, Tujuan, Jenis, dan Contohnya?

Secara umum, terdapat lima faktor yang memengaruhi proses penetapan harga ini, dimulai dari:

1. Biaya

Faktor pertama yang dapat memengaruhi harga produk atau jasa yang ditawarkan adalah biaya. Biaya yang dimaksud di sini adalah biaya produksi meliputi bahan baku, tenaga kerja, serta biaya tambahan lainnya yang berkaitan dengan operasional bisnis dan pemasaran. Umumnya, harga jual produk ditetapkan lebih tinggi dibandingkan dengan biaya rata-rata produksi.

2. Pelanggan

Faktor berikutnya adalah pelanggan. Semakin banyak sebuah produk diminati oleh pelanggan maka itu dapat memengaruhi harga produk. Umumnya, produk yang banyak diminati akan dihargai dengan nilai yang tinggi. Hal ini sesuai dengan prinsip ekonomi dasar yang dulu kita pelajari saat masih duduk di bangku sekolah.

3. Jenis Produk

Selanjutnya adalah jenis produk. Apabila produk bisnis yang Anda jual termasuk ke dalam kategori produk massal atau tidak memiliki keunikan khusus, maka Anda harus dapat mempelajari harga-harga yang ditawarkan oleh kompetitor. Jika Anda menjualnya dengan harga terlalu mahal, maka jelas pelanggan akan menghindarinya. Apabila Anda menjualnya dengan harga terlalu murah, maka kualitas produk tersebut akan dipertanyakan.

4. Target Pasar

Berikutnya adalah target pasar. Ya, audiens yang dituju tentu dapat memengaruhi cara Anda dalam menetapkan sebuah harga produk. Apabila Anda berada di lingkungan kalangan atas, maka jelas Anda dapat menetapkan harga produk yang lebih tinggi daripada umumnya. Anda harus memahami karakteristik pembelian dari audiens tertarget.

5. Kompetitor

Faktor yang memengaruhi cara Anda dalam menetapkan sebuah harga terakhir adalah kompetitor. Kompetitor menjadi elemen penting yang tidak boleh abaikan begitu saja. Anda harus dapat melakukan riset gap kompetitor yang baik, lalu menutupi celah tersebut sebaik-baiknya.

Tujuan Penetapan Harga

Sebelum membahas strategi penetapan harga, ada baiknya untuk Anda mempelajari apa saja tujuan dari penetapan harga ini. Di sini, mimin akan menggunakan penjelasan dari ahli Tjiptono, Kotler dan Keller sebagai referensi. Menurut Tjiptono, penetapan harga memiliki tujuan seperti berorientasi pada:

  • Laba.
  • Volume.
  • Citra (image).
  • Stabilisasi harga.

Sedangkan menurut Kotler dan Keller, penetapan harga memiliki lima tujuan utama, dimulai dari:

  • Kemampuan bertahan. Perlu diketahui bahwa harga yang ditetapkan tidak hanya berfokus pada keuntungan, tetapi juga fokus untuk dapat menutup biaya variabel dan beberapa biaya tetap.
  • Memaksimalkan laba (maximum current profit). Sama seperti penjelasan Tjiptono, penetapan harga bertujuan untuk perusahaan dapat memaksimalkan laba.
  • Memaksimalkan target pasar. Semakin besar target pasar yang dijangkau, maka semakin tinggi pula volume penjualan.
  • Maximum market skimming. Penetapan harga yang tinggi di awal dan turun secara perlahan seiring dengan waktu.
  • Product quality leadership. Perusahaan menetapkan harga berdasarkan tingkat kualitas dan citra premium, dengan tetap menjaga keterjangkauan harga.

Strategi Penetapan Harga

Tibalah kita ke pembahasan inti artikel ini.

Baca Juga: Tujuan Asesmen dan Bagaimana Cara Menentukannya?

Secara umum, kita dapat mempelajari strategi penetapan harga ini dalam delapan jenis, dimulai dari:

1. Loss Leader Pricing

Loss leader pricing adalah strategi penetapan harga dengan cara memasang harga barang-barang tertentu menjadi lebih murah dibandingkan dengan harga rata-rata produk di pasaran. Strategi penetapan harga ini memang akan memberikan Anda kerugian bisnis di awal, tetapi lama kelamaan bisnis Anda bisa saja menguasai pasar.

2. Competition-Based Pricing

Strategi penetapan harga yang kedua adalah competition-based pricing. Sesuai dengan namanya, penetapan harga ini dilakukan dengan melibatkan informasi harga dari kompetitor sebagai tolak ukur utama.

3. Dynamic Pricing

Berikutnya adalah dynamic pricing. Didapatkan dari Hubspot, dynamic pricing juga dikenal sebagai penetapan harga permintaan, penetapan harga lonjakan, atau penetapan harga berdasarkan waktu. Sesuai dengan namanya, strategi penetapan harga ini memiliki fleksibilitas yang tinggi. Harga selalu berfluktuasi dan berdasarkan pada permintaan pasar atau pelanggan.

4. High-Low Pricing

Selanjutnya adalah High-Low Pricing. Ini adalah strategi penetapan harga di mana sebuah produk pada awalnya dihargai tinggi, tetapi karena minat produk yang turun, produk tersebut akhirnya mengalami penurunan harga. Strategi seperti ini pada umumnya digunakan oleh perusahaan ritel yang menjual barang musiman atau produk yang sering berubah.

5. Basing-Point Pricing

Berikutnya adalah Basing-Point Pricing. Ini adalah strategi penetapan harga dengan cara menambahkan biaya pengiriman dengan berdasarkan pada titik lokasi pelanggan. Pada umumnya, semakin jauh titik lokasinya, maka semakin besar harga yang ditetapkan.

6. Captive Pricing

Berikutnya adalah captive pricing. Ini adalah strategi di mana harga ditentukan berbeda dengan produk inti serta aksesoris produk. Harga produk inti akan dinaikkan lebih tinggi ketimbang produk alternatif. Strategi ini efektif digunakan untuk meningkatkan penjualan produk tertentu.

7. Skimming Pricing

Skimming pricing adalah strategi penetapan harga dengan mematok harga tinggi pada tahap awal peluncuran produk, kemudian menurunkannya secara bertahap seiring berjalannya waktu. Strategi ini biasanya digunakan oleh bisnis yang menawarkan produk baru, inovatif, atau memiliki nilai eksklusif yang belum banyak pesaingnya. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan keuntungan dari konsumen awal yang rela membayar lebih demi mendapatkan produk lebih cepat atau karena nilai prestise yang ditawarkan.

8. Penetration Pricing

Penetration pricing adalah strategi kebalikan dari skimming, di mana bisnis menetapkan harga rendah saat pertama kali meluncurkan produk untuk menarik perhatian pasar dan meningkatkan volume penjualan dengan cepat. Strategi ini cocok digunakan untuk bisnis yang ingin memperluas pangsa pasar, membangun brand awareness, serta menciptakan loyalitas pelanggan sejak awal. Setelah produk mulai dikenal dan memiliki basis pelanggan yang kuat, harga dapat dinaikkan secara bertahap.

Kesimpulan

Pelatihan Basic Marketing Bersertifikat BNSP

Inilah penjelasan lengkap tentang Strategi Penetapan Harga. Perlu diketahui bahwa strategi penetapan harga ini adalah salah satu materi yang akan Anda pelajari jika mengikuti Pelatihan Basic Marketing Bersertifikat BNSP dari Duta Training.

Dapatkan informasi lengkapnya dengan klik link ini: Pelatihan Basic Marketing.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top