
Manajemen Krisis. Dalam beberapa bulan terakhir, jagat media sosial dikagetkan dengan berbagai berita mencengangkan dari pemerintahan. Di Tanah Air, Indonesia, kita bisa melihat dengan jelas peristiwa demo besar-besaran yang terjadi di seluruh daerah Indonesia. Mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.
Demo besar-besaran di Indonesia ini terjadi lantaran kebijakan pemerintah dianggap oleh banyak pihak tidak pro terhadap masyarakat. Salah satu kebijakan yang mendapatkan pertentangan tersebut adalah besarnya gaji serta tunjangan yang didapatkan oleh anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat). Besaran gaji dan tunjangan yang diterima ini jelas sangat kontras dengan kondisi masyarakat yang cukup banyak mengalami kesulitan ekonomi akibat kebijakan efisiensi pemerintah.
Situasi yang dialami oleh pemerintah Indonesia ternyata juga dialami oleh pemerintah Nepal. Perbedaannya terletak pada reaksi yang ditimbulkan. Warga Nepal yang disinyalir dipimpin oleh Gen Z melakukan protes besar-besaran akibat jengah melihat perilaku pejabat mereka yang gemar flexing ketika kondisi masyarakat sedang sulit.
Belum lagi kebijakan pemblokiran media sosial menjadikan seluruh warga Nepal murka dan mengakibatkan gelombang kudeta di berbagai wilayah. Hasilnya, Presiden dan Perdana Menteri Nepal yaitu Ram Chandra Poudel dan KP Sharma Oli mengundurkan diri.
Apa yang terjadi di kedua negara ini tentu memberikan kita pelajaran berharga bahwa pemerintah perlu mematangkan setiap kebijakan yang dilakukan. Termasuk juga perilaku mereka di depan publik. Pemerintah perlu melakukan analisis kebijakan publik yang matang, detail, dan komprehensif.
Tidak hanya itu saja, pemerintah perlu banyak belajar bagaimana caranya melakukan manajemen krisis yang baik. Manajemen krisis sangat penting dikuasai bahkan bukan hanya untuk pemerintah, tetapi juga lapisan masyarakat lainnya seperti perusahaan dan organisasi bisnis. Tanpa perencanaan matang, krisis sosial seperti demo bisa merembet menjadi masalah besar yang mengganggu stabilitas bisnis, kepercayaan pemangku kepentingan, dan keberlangsungan jangka panjang.
Di dalam artikel ini, mimin akan membahas tentang lima alasan mengapa manajemen krisis ini begitu penting untuk perusahaan. Penasaran? Simak baik-baik artikel ini ya!
5 Alasan Mengapa Manajemen Krisis Diperlukan
1. Melindungi Reputasi Perusahaan
Alasan pertama mengapa manajemen krisis begitu penting, adalah karena manajemen ini mampu membantu perusahaan melindungi reputasi atau citra baik yang telah terbangun. Reputasi baik yang telah tercipta tentu adalah aset tak ternilai untuk sebuah perusahaan. Diperlukan waktu yang tidak sebentar untuk sebuah perusahaan dapat menciptakan citra yang baik.
Tetapi, satu kesalahan fatal saja, bisa dengan mudah dan cepat mengubah citra baik tersebut menjadi citra yang buruk. Perusahaan akan memerlukan waktu yang lama serta biaya yang besar untuk dapat memulihkan citranya. Oleh sebab itu manajemen krisis diperlukan. Melalui proses ini, perusahaan dapat dengan mudah menyusun langkah preventif yang jelas, dan tidak lagi mengandalkan langkah responsif.
2. Meminimalisasi Kerugian Finansial
Alasan kedua adalah karena manajemen ini mampu membantu perusahaan untuk meminimalisasi kerugian finansial. Ya, ketika krisis terjadi pada sebuah perusahaan, terlebih jika itu adalah krisis kepercayaan bisnis, maka kondisi finansial perusahaan akan sangat terganggu. Gangguan produksi, turunnya penjualan, atau bahkan boikot konsumen atau pihak internal bisa saja terjadi.
Manajemen krisis dapat membantu perusahaan menemukan protokol tanggap darurat yang tepat, sehingga dapat meminimalkan dampak kerugian akibat krisis yang terjadi. Manajemen krisis dapat membantu perusahaan menjaga stabilitas keuangan perusahaan dalam situasi tak terduga. Perlu diketahui bahwa setiap perusahaan pasti akan mengalami krisis, baik itu dari eksternal atau internal. Krisis perusahaan yang diakibatkan dari internal umumnya membutuhkan waktu untuk pulih.
3. Menjaga Kepercayaan Pemangku Kepentingan
Alasan berikutnya adalah karena manajemen ini mampu membantu perusahaan untuk terus menjaga kepercayaan bisnis dari klien, investor, atau mitra bisnis. Kepercayaan bisnis yang tinggi juga akan sangat memengaruhi karyawan. Tingkat turnover yang dialami oleh perusahaan perlahan akan menurun dan itu akan menjadikan perusahaan untuk lebih fokus memberikan kualitas produktivitas yang tinggi.
Dengan sistem manajemen krisis yang baik, perusahaan mampu membangun komunikasi yang konsisten dan meyakinkan. Hal ini memperlihatkan profesionalitas, sehingga kepercayaan tetap terjaga. Jadi, alasan ketiga dari pentingnya manajemen krisis adalah menciptakan rasa aman dan percaya bagi semua pemangku kepentingan.
4. Meningkatkan Kesiapan dan Ketahanan Perusahaan
Berikutnya adalah manajemen krisis yang mampu meningkatkan kesiapan dan ketahanan perusahaan. Proses ini membantu perusahaan untuk lebih banyak menghasilkan langkah-langkah proaktif dan preventif dibanding reaktif. Melalui simulasi, pelatihan, dan analisis risiko, perusahaan dapat memperkirakan skenario terburuk yang mungkin terjadi. Dengan demikian, saat krisis nyata datang, perusahaan sudah siap dengan strategi yang terukur.
Di sinilah pentingnya manajemen krisis kembali terbukti. Bukan hanya untuk menyelamatkan perusahaan dari krisis yang sedang berlangsung, tetapi juga membentuk organisasi yang lebih tangguh dalam menghadapi tantangan di masa depan.
5. Menjadi Keunggulan Kompetitif
Tidak semua perusahaan siap menghadapi krisis. Banyak yang gagap, bingung, bahkan memilih diam ketika isu negatif menyerang. Perusahaan yang mampu mengelola krisis dengan baik justru bisa menjadikannya sebagai peluang untuk menunjukkan keunggulan kompetitif.
Misalnya, ketika ada masalah produk, perusahaan yang cepat melakukan penarikan, meminta maaf, dan memberikan solusi pengganti, akan lebih dihargai publik daripada perusahaan yang menutup-nutupi. Transparansi dan ketegasan ini dapat meningkatkan loyalitas pelanggan.
Pelatihan Qualified Risk Management Analyst Duta Training
Setelah mengetahui bahwa manajemen krisis itu begitu penting untuk perusahaan, Anda pasti ingin segera menguasai kemampuan ini bukan? Sayangnya, kemampuan manajemen krisis tidaklah mudah untuk dikuasai. Hal ini wajar mengingat risiko bisnis yang terus berkembang atau bahkan berevolusi. Kemajuan teknologi menjadikan risiko bisnis yang mungkin dialami sebuah perusahaan menjadi lebih beragam.
Baca Juga: Sertifikasi Kompetensi Adalah? Manfaat & Perbedaannya dengan Sertifikat Profesi
Risiko-risiko bisnis yang dimaksud seperti risiko strategis, risiko operasional, risiko produk, risiko reputasi perusahaan, risiko hukum/kontraktual, risiko sosial politik, dan risiko keuangan. Perusahaan perlu mempelajari lebih dalam tentang proses identifikasi, analisis, dan respons dalam manajemen risiko yang tepat.
Sekali lagi, hal ini bukanlah perkara yang mudah untuk dilakukan. Anda memerlukan bimbingan ahli profesional yang telah berpengalaman dalam menghadapi krisis. Anda perlu mengikuti pelatihan manajemen krisis dari Duta Training dengan tema besarnya Qualified Risk Management Analyst.
Apa itu Duta Training?
Duta Training adalah perusahaan berbadan hukum PT yang didirikan berdasarkan akta notaris nomor AHU-0060487.AH.01.01 Tahun 2019 tanggal 12 November dan NIB/SIUP 9120318172013.
Duta Training bergerak sebagai lembaga penyedia pelatihan, konsultan, serta sertifikasi bagi perusahaan, instansi pemerintah, instansi pendidikan, lembaga non-pemerintah, maupun perorangan dalam berbagai bidang. Di sini, Anda bisa mendapatkan banyak program sertifikasi profesi dari berbagai jenis industri, antara lain:
- Ekonomi dan Bisnis.
- Konstruksi dan Bangunan.
- Pertambangan.
- Perminyakan.
- Teknologi Informasi.
- Hukum.
- Listrik dan Mekanika.
- dan lain-lain.
Dengan dukungan trainer berpengalaman, materi pelatihan yang relevan, serta fasilitas modern, Duta Training memastikan setiap peserta mendapatkan pengalaman belajar yang optimal.
Baca Juga: Pelatihan Public Speaking & Presentation Skill Bersama BPAFK Surabaya
Klien-klien seperti Bank Indonesia, PT Pertamina Geothermal Energy, PT Kideco Jaya Agung, PT Antam, Universitas Gunadarma, Universitas Hasanuddin, Politeknik Negeri Manado, Universitas Singaperbangsa Karawang, dan institusi lainnya sudah merasakan pelayanan terbaik Duta Training.
Tujuan Pelatihan Qualified Risk Management Analyst
Pelatihan Qualified Risk Management Analyst bersertifikat BNSP dari Duta Training ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan manajemen risiko dari pegawai, manajer, dan wakil direktur dari seluruh unit kerja, baik itu dari tingkat menengah, risk master, dan risk taking unit.
Pelatihan ini disusun berdasarkan standar ISO 31000, sehingga seseorang dengan sertifikat QRMA tidak hanya menjadi staf implementasi proses manajemen risiko, tetapi juga sebagai konsultan untuk manajer unit kerja.
Materi Pelatihan Qualified Risk Management Analyst
Di dalam pelatihan ini Anda akan mempelajari banyak materi penting, seperti:
- Merencanakan penerapan kerangka kerja manajemen risiko sesuai SNI ISO 31000.
- Merencanakan penerapan proses manajemen risiko sesuai SNI ISO 31000.
- Mengaplikasikan proses manajemen risiko sesuai SNI ISO 31000.
- Membangun pemahaman struktur organisasi yang mengacu pada GCG di Indonesia.
- Memaparkan tentang kepemimpinan manajemen secara umum.
- Dan lain-lain.
Untuk informasi lebih lanjut tentang pelatihan Qualified Risk Management Analyst ini, silakan klik link di bawah ini:
Baca Juga: Detail Materi & Persyaratan Pelatihan Qualified Risk Management Analyst
Kesimpulan
Dari berbagai peristiwa demo yang terjadi di Indonesia maupun Nepal, kita bisa melihat bagaimana sebuah krisis sosial dapat memberikan dampak yang sangat besar, baik bagi pemerintah maupun sektor swasta. Situasi ini mengajarkan bahwa manajemen krisis tidak hanya penting untuk menjaga ketertiban publik, tetapi juga untuk melindungi kepentingan bisnis, reputasi organisasi, hingga stabilitas keuangan.
Perusahaan yang memiliki strategi manajemen krisis akan lebih siap menghadapi situasi sulit, mampu menjaga kepercayaan stakeholder, dan tetap mempertahankan keberlangsungan operasionalnya. Apabila Anda tertarik untuk mengikuti pelatihan manajemen krisis dari Duta Training, hubungi WhatsApp ini 081326106551.